
Oleh: Diaz
Jurnalis
Jakarta, 28 Mei 2025 — Pemerintah akan kembali memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga kecil mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang diluncurkan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan dinamika ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program ini menyasar pelanggan PLN dengan daya listrik 1.300 VA ke bawah. “Diskon tarif listrik sebesar 50 persen selama bulan Juni dan Juli 2025 ditargetkan bagi 79,3 juta rumah tangga,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (23/5).
Diskon listrik ini merupakan lanjutan dari program serupa yang pernah diterapkan pemerintah pada Januari–Februari 2025. Namun kali ini, cakupan penerima lebih terbatas. Jika sebelumnya mencakup pelanggan hingga daya 2.200 VA, kini hanya pelanggan dengan daya 450 VA, 900 VA, dan 1.300 VA yang mendapatkan diskon.
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa skema diskon tetap sama seperti sebelumnya. Untuk pelanggan pascabayar, diskon akan langsung mengurangi tagihan bulan Juli dan Agustus 2025. Sementara pelanggan prabayar akan menerima potongan harga saat pembelian token listrik di bulan Juni dan Juli.
Menurut unggahan resmi akun Instagram @pln_id, pelanggan tidak perlu melakukan registrasi untuk mendapatkan diskon ini. Diskon akan diberlakukan secara otomatis, dengan batas maksimal pemakaian sebagai berikut:
- 450 VA: Diskon berlaku hingga pemakaian 324 kWh atau 720 jam nyala per bulan;
- 900 VA: Diskon berlaku hingga 648 kWh atau 720 jam nyala per bulan;
- 1.300 VA: Diskon berlaku hingga 936 kWh atau 720 jam nyala per bulan.
Program diskon ini merupakan salah satu dari enam insentif yang diluncurkan pemerintah mulai 5 Juni 2025, bersamaan dengan diskon tiket pesawat, tarif tol, bantuan pangan, subsidi upah, dan insentif iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua 2025.

0 Komentar