
Oleh: Sally
Penulis Lepas
Peringatan Nakba menjadi momentum penting bagi dunia internasional. Dikutip dari Antaranews.com (15/05/2026), dalam peringatan tersebut Liga Arab mendesak perlindungan internasional bagi rakyat Palestina dan meminta komunitas global untuk memaksa Israel agar menghentikan pendudukan mereka atas tanah Palestina, termasuk Yerusalem Timur.
Organisasi tersebut juga mengkritik kekejaman Zionis yang di luar nalar serta kebijakan aneh yang menargetkan situs-situs suci Islam dan Kristen. Lebih lanjut, Liga Arab memperingatkan tindakan Zionis yang melemahkan kerja UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), padahal perannya sangat penting dalam mendukung pengungsi Palestina, serta menyerukan pendanaan berkelanjutan yang bebas dari tekanan politik.
Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 78 tahun Nakba Palestina, Sektor Liga Arab untuk Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki menekankan perlunya mengakhiri ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina. Mereka juga menyerukan kelanjutan upaya internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah yang dikuasai sejak 1967.
Sayangnya, hukum internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab menginginkan penyelesaian Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution), bukan pada upaya membebaskan Palestina dan menghentikan keganasan Israel atas tanah kaum muslimin yang secara hakiki harus dikembalikan kepada pemiliknya.
Sungguh, Palestina telah terjajah selama 78 tahun lamanya. Entitas Yahudi merebut paksa wilayah tersebut dengan dukungan Inggris. Kini, umat muslim Palestina masih terus berjuang mengusir penjajahan di tengah diamnya para pemimpin muslim dunia.
Batas Solusi Internasional dan Sekat Negara Bangsa
Tragedi Nakba bukan sekadar sejarah masa lalu. Tragedi itu telah menggambarkan betapa siklus kekerasan dan perampasan hak terus menimpa Palestina hingga kini. Detik demi detik, penjajahan Palestina terus berlanjut. Ini membuktikan kegagalan sistem yang tegak dalam kehidupan saat ini yang tidak mampu menciptakan keberkahan dan kedamaian di dunia.
Kebusukan konsep negara bangsa (nation-state) yang digadang-gadang selama ini telah membuat umat Islam kehilangan kekuatannya (power). Sekuat apa pun lembaga dunia saat ini, realitas telah memaparkan bahwa pembebasan Palestina tidak akan datang dari negara adidaya, lembaga internasional, ataupun regional. Nyatanya, semua lembaga yang ada hanya kian mengukuhkan penjajahan terhadap umat Islam.
Jihad dan Urgensi Kesatuan Politik Islam
Sejarah umat Islam adalah sejarah jihad dan kemenangan. Misi utama jihad di dalam Islam adalah mengemban risalah ke seluruh penjuru dunia hingga Islam menjadi pemimpin umat manusia, baik bagi muslim maupun non-muslim.
Sejak Khilafah runtuh dan tegaknya entitas Zionis Yahudi di Palestina, tanah suci itu terus terjajah hingga harus dibebaskan untuk bisa kembali ke pangkuan kaum muslim. Pembebasan Palestina membutuhkan ukhuwah islamiah hakiki berupa persatuan kaum muslim sedunia untuk berjihad. Jelas, ukhuwah ini hanya terwujud secara sempurna dengan Khilafah sebagai institusi pemersatu umat. Allah ﷻ berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali 'Imran [3]: 103).
Jihad adalah solusi satu-satunya untuk Palestina saat ini, baik dipimpin oleh penguasa kaum muslim ketika Khilafah belum ada, atau dipimpin oleh seorang khalifah ketika institusi tersebut sudah tegak kembali. Inilah solusi yang benar dan sesuai dengan akar masalah yang dihadapi Palestina saat ini. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Sesungguhnya al-imam (pemimpin/khalifah) itu perisai, di mana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya.” (HR. Muslim).
Kesimpulan
Agenda utama umat saat ini adalah penegakan Khilafah yang akan mengerahkan kekuatan militer dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan melenyapkan entitas Zionis. Inilah langkah politik sahih untuk mengembalikan Palestina ke pangkuan kaum muslim.
Dengan memahamkan umat bahwa urgensi hidup di bawah naungan kepemimpinan Islam adalah wujud keimanan, maka umat harus menyadari bahwa Palestina hanya akan selamat dengan Islam yang tidak tersekat. Solusi dua negara tidak akan membuat Zionis musnah. Tegaknya Islam kaffah dalam naungan Khilafah Islamiah sajalah harapan untuk mengakhiri kebiadaban yang mendunia ini.
Wallahu a’lam bish-shawab.

0 Komentar