ISRA MIKRAJ: PERJALANAN SPIRITUAL NABI, INSPIRASI HIJRAH GEN Z


Oleh: Nabilatul Muarrofah
Pendidik Generasi

Isra Mikraj merupakan perjalanan spiritual yang Allah hadiahkan kepada Rasulullah pada bulan Rajab, tepatnya pada tahun kesedihan, untuk menghibur dan menguatkan hati Rasulullah. Peristiwa Isra Mikraj memahamkan kita makna konsekuensi keimanan, iman kepada Allah, kepada Rasul, dan syariat Islam yang dibawanya. Percaya tanpa ragu, yakin, haqqul yakin.

Bentuk keimanan yang seharusnya dimiliki oleh kaum Muslim adalah sebagaimana keimanan Abu Bakar saat mendengar perjalanan Rasulullah dalam Isra Mikraj. Tanpa keraguan sedikit pun, Abu Bakar membenarkan hal tersebut dengan mengatakan, “In qola shodaqo”, jika ia berkata begitu, berarti benar. Abu Bakar tetap akan percaya, meskipun yang disampaikan Rasulullah lebih daripada itu. Keimanan akan melahirkan ketaatan, apa pun yang menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya, dengan yakin akan dijalankannya. Pelajaran penting dari Isra Mikraj ini adalah sikap sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami taat dalam merespons syariat yang diperintahkan Allah.

Isra Mikraj selalu diperingati setiap tahun, namun mengapa hal tersebut tidak bisa membawa perubahan untuk menambah keimanan? Mengapa kondisi generasi tetap rusak? Salah satu penyebabnya adalah karena hilangnya sosok Nabi Muhammad sebagai figur suri tauladan bagi kehidupan kaum Muslim. Pemuda Muslim hari ini hilang arah dan terjebak pada kehidupan sekuler kapitalis dengan gaya hidup yang hedonis.

Sejatinya, Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah saja, tetapi juga mengatur seluruh kehidupan. Islam mengatur cara manusia bersikap, bergaul, belajar, bersosial media, sampai menentukan pilihan hidup.

Maka, apakah bisa pemuda Muslim menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai inspirasi hijrah? Harusnya, bisa! Hijrah biasanya identik dilakukan seseorang ketika berada di titik terendah, paling galau, paling stres. Hijrah bisa dimaknai berpindah dari maksiat menuju taat.


Tips Hijrah Remaja

Pertama, menyiapkan diri menghadapi tantangan akhir zaman dengan semangat menuntut ilmu Islam, karena hanya dengan Islam saja manusia bisa selamat di dunia dan akhirat.

Kedua, meningkatkan amal ibadah sesuai syariat Islam yang kaffah atau menyeluruh. Memahami, memaknai, dan menjalankannya secara istikamah.

Ketiga, mengajak teman dalam kebaikan, berkumpul dengan circle teman yang taat.

Dengan demikian, keteladanan dalam Isra Mikraj dapat diraih. Hidup mulia dalam tuntunan syariat Islam.

Wallahu a’lam bishshawab.

Posting Komentar

0 Komentar