TATA RUANG YANG DIABAIKAN


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

22 RT dan 5 ruas jalan di Jakarta tergenang banjir, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Pemicunya adalah hujan lebat yang ekstrem serta luapan kali yang melebihi daya tampung. (Kompas, 13/01/2026)

Langkah yang dilakukan Gubernur DKI adalah melakukan modifikasi cuaca (OMC) dengan bekerja sama dengan BMKG. Menurut WALHI, banjir di Jakarta terkait dengan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang diabaikan, sehingga apa yang dilakukan hari ini dengan memodifikasi cuaca tidak bisa menyelesaikan banjir yang tiap tahun selalu berpola sama. Ini adalah kegagalan kebijakan struktural dalam mengelola ruang dan lingkungan. Dampak dari banjir adalah merendam pemukiman, selain itu mengganggu mobilitas warga hingga layanan transportasi publik. (Tempo, 26/01/2026)

Banjir juga melanda kota-kota besar, seperti Tangerang, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pemerintah mengklaim banjir terjadi akibat curah hujan tinggi, sehingga mengupayakan modifikasi cuaca dan normalisasi 3 sungai untuk mengurangi risiko banjir.

Banjir Jakarta dan wilayah perkotaan merupakan masalah klasik yang berulang. Penyebab utamanya bukan karena tingginya curah hujan, melainkan kekeliruan tata ruang di mana lahan sudah tidak mampu menyerap air. Ditambah dengan paradigma kapitalistik yang membuat kebijakan tata kelola lahan tidak lagi memperhitungkan dampak lingkungan. Solusi dari pemerintah masih bersifat pragmatis dan belum menyentuh akar masalah.

Dalam Islam, tata kelola ruang akan memperhatikan dampak lingkungan, sehingga pembangunan tidak akan berlandaskan asas manfaat kapitalistik, tetapi mempertimbangkan kemaslahatan, tidak hanya untuk manusia, melainkan untuk seluruh makhluk hidup. Pembangunan dalam Islam akan menciptakan rahmat bagi seluruh alam, bukan musibah atau bencana. Seperti di masa Abu Bakar Ash-Shiddiq, untuk pengelolaan lingkungan, memerintahkan penghijauan dan pelestarian lingkungan untuk menjaga keseimbangan alam.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Dan jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan membuka pintu-pintu langit dan menurunkan hujan yang melimpah kepada mereka, dan Kami akan memberikan mereka banyak harta dan anak-anak, tetapi karena mereka mendustakan (para rasul), maka Kami menghukum mereka disebabkan perbuatan mereka." (QS. Al-A'raf: 96)

Posting Komentar

0 Komentar