BELUM MENEMUKAN SOLUSI, KINI BANJIR KEMBALI


Oleh: Azkia Humaira
Penulis Lepas

Jakarta merupakan kota metropolitan yang sudah tidak asing lagi dengan banjir. Kini, Jakarta kembali tergenang banjir pada tanggal 22 hingga 23 Januari lalu. Dalam kutipan yang ditulis oleh Kompas, disebutkan bahwa akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu yang panjang, beberapa wilayah yang sebelumnya tidak terdampak banjir kini mulai tergenang.

Namun, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya bukan hanya terjadi akibat tingginya intensitas hujan, melainkan juga dipengaruhi oleh lamanya hujan ekstrem yang terus menyiram wilayah Jakarta dan sekitarnya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai persiapan untuk mengatasi banjir yang semakin meluas dengan beberapa tahap, mulai dari penambahan pompa air, normalisasi sungai di beberapa titik, hingga perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurut kutipan dari Kompas.com, perpanjangan OMC masih terus berlangsung dengan memantau prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Modifikasi cuaca tersebut juga diminta oleh Pramono kepada BMKG agar tidak hanya terfokus di Jakarta saja, tetapi juga mencakup daerah-daerah penyangga di sekitarnya, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor.

Sejatinya, banjir yang terjadi di Jakarta dan wilayah perkotaan lainnya merupakan masalah serius yang terus berulang. Faktor penyebab utamanya bukan semata-mata berasal dari intensitas hujan ataupun lamanya hujan yang terus mengguyur kota, melainkan diakibatkan oleh kekeliruan dalam tata kelola ruang. Akibatnya, lahan yang ada tidak lagi mampu menahan dan menyerap air hujan secara optimal.

Tentu saja, kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan kapitalistik yang mengatur tata kelola ruang tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. Padahal, dalam Islam, tata kelola ruang sangat memperhatikan dampak lingkungan. Pembangunan yang dilakukan dalam naungan aturan Islam tidak berlandaskan asas manfaat sistem kapitalisme semata, melainkan juga memperhatikan kesejahteraan umat manusia serta seluruh makhluk hidup dalam jangka panjang.

Islam memberikan solusi yang bersifat menyeluruh dan menyentuh akar permasalahan, bukan sekadar solusi pragmatis yang bersifat sementara. Tata pembangunan ruang yang dilaksanakan berdasarkan aturan Islam diyakini akan menghadirkan rahmat dari Allah ï·» bagi seluruh alam dan tidak menimbulkan bencana atau musibah yang terus berulang.

Wallahu a‘lam bisshawab.

Posting Komentar

0 Komentar