MANIPULASI AS TERHADAP DUNIA DAN GAZA


Oleh: Ghaida Rizkyama
Penulis Lepas

Persoalan Palestina tidak boleh terlupakan di benak umat Islam. Israel akan terus-menerus menduduki Palestina hingga mereka berhasil merampasnya. Bermacam-macam genosida terus berlangsung, tanpa peduli apa kata dunia. Namun, baru-baru ini, Palestina digegerkan dengan adanya proyek pembangunan milik AS. Pemerintah AS merencanakan pembangunan Gaza dari nol di wilayah Palestina yang hancur (BBC News, 23/01/26).

Setelah muncul rencana pembangunan "Israel Raya", kini muncul pembangunan "Gaza Baru". Amerika dan Israel sangat berambisi untuk menguasai Gaza dan juga menghilangkan jejak genosida dengan membangun New Gaza. Setelah menghancurkan Gaza habis-habisan, malah memperbaiki terang-terangan. Sungguh suatu hal yang aneh.

Menurut AS, demi memperkuat posisi kendali politik internasional, AS membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) dengan merangkul negeri-negeri Muslim. Padahal, jelas ini sebuah makar AS yang sengaja memanipulasi Gaza dengan pembangunan "Gaza Baru". Hal ini adalah bentuk pengalihan isu dengan perampasan tanah Palestina. Sebab, tujuan utama mereka tetap untuk menguasai dan mengendalikan Palestina secara total.

Wilayah Palestina adalah tanah kaum Muslim yang telah dirampas oleh Israel. Kita sebagai umat Muslim wajib mengambil kembali tanah tersebut. Sebab, itu adalah hak kaum Muslim. Naifnya, saat ini umat Muslim masih terpecah-belah karena ide "nation state". Akhirnya, semakin sulit untuk mempersatukan tanah Palestina.

Selain itu, para penguasa Muslim belum bisa menemukan solusi hakiki untuk Palestina. Mereka hanya mengarahkan solusi-solusi yang batil dan bersifat sementara, seperti solusi dua negara, gencatan senjata, pemasokan makanan, dan alat medis, serta lain sebagainya. Mereka juga tetap menjalin hubungan diplomatik dengan si Zionis Yahudi.

Padahal, Allah ï·» telah jelas melarang umat Muslim untuk tunduk dan memberikan loyalitasnya pada negara kafir. Umat dan penguasa Islam wajib melawan semua makar AS dan Israel untuk merebut kembali tanah Palestina. Satu-satunya cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan bersatunya kaum Muslim dalam daulah Islam.

Dengan adanya daulah Islam, pengiriman pasukan militer untuk melawan Zionis Yahudi akan terasa lebih mudah dan terorganisir. Sebab, jihad untuk membebaskan Palestina wajib menjadi prioritas perjuangan umat yang nantinya akan dipimpin oleh seorang kepala negara yang bertugas menerapkan syariat Islam secara kaffah di seluruh lini kehidupan.

Wallahu 'Alam.

Posting Komentar

0 Komentar