
Oleh: Muhar
Penulis Lepas
Narator Tinta Media berujar, berharap keadilan dari imperialis Amerika Serikat (AS) adalah ilusi dan membenarkan perannya adalah kesesatan.
"Berharap keadilan dari Amerika adalah ilusi dan membenarkan perannya adalah kesesatan," ujarnya dalam video bertajuk "Jangan Percaya Amerika!" Kamis (26/02/2026) di kanal YouTube @TintaMediaID.
Narator menjelaskan bahwa AS selama ini menjual kebohongan. "Katanya demokrasi, katanya hak asasi manusia. Tapi faktanya invasi, kudeta, sanksi ekonomi, dan jutaan rakyat sipil jadi korban," ungkapnya.
Ia lanjut membeberkan, Vietnam dihancurkan, Irak dibohongi dengan senjata fiktif, Afghanistan ditinggal dalam puing dan trauma. "Sedangkan Libya dihancurkan sampai hari ini tak pernah pulih," imbuhnya.
Dalam Islam, tegas Narator, ini jelas kezaliman dan kezaliman itu haram.
"Allah bukan hanya melarang berbuat zalim. Allah melarang kita condong, apalagi mendukung para pelaku zalim. Apalagi sampai gabung dewan (Board of Peace) penipuan ala Trump," jelasnya.
Lebih keji lagi, sambungnya, AS adalah pendukung utama penjajah Zionis Yahudi yang kini tampil seolah pembawa perdamaian untuk Palestina.
Ini bukan perdamaian, ini penipuan politik. Islam tidak cukup dengan kecaman. Islam menuntut kekuatan nyata. Dan itu hanya ada dalam persatuan umat di bawah khilafah.
Khilafah Jalan Melawan Kezaliman AS
Narator kemudian mengemukakan jalan melawan kezaliman AS, yaitu dengan cara mewujudkan tegaknya khilafah sebagai negara adidaya yang akan menjadi perisai bagi umat Islam.
"Khilafah adalah perisai umat, kekuatan politik, kekuatan militer untuk menghentikan kezaliman dan membela yang tertindas. Inilah jalan melawan kezaliman Amerika," jelasnya.
Bukan dengan tunduk dan berharap pada imperialis. "Tapi bangkit dengan Islam," pungkasnya.

0 Komentar