
Oleh: Kiswah
Santriwati PPTQ Darul Bayan Sumedang
Hai warga, kalian tahu nggak berita panas yang akhir-akhir ini banyak dibahas? Bukan, bukan kabar tentang perselingkuhan, yup, kabar tentang kelanjutan penjajahan gaya baru terhadap Palestina! Baru-baru ini, AS membuat rencana untuk mengubah Gaza menjadi daerah elit seperti AS. Dalam rancangan proyek ini, AS juga membentuk perkumpulan negara-negara yang akan mendukung penuh berjalannya proyek ini. Nah, sudah nangkep kan yang penulis maksud?
Proyek ini dinamai Board of Peace atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut DPG (Dewan Perdamaian Gaza). Kalau kemarin Trump cabut dari berbagai organisasi, sekarang dia bikin organisasi baru. Sederhananya, di dalam proyek ini, isinya Trump mau bikin gedung-gedung tinggi, pariwisata, bandara, dan masih banyak lagi. Dan proyek ini akan membutuhkan $25 miliar lebih. Dan gila-nya lagi, banyak negara Muslim yang bergabung ke organisasi ini, seperti Indonesia, UEA, Maroko, Saudi Arabia, dan masih banyak lagi.
"Lah terus kenapa? Bukannya bagus ada proyek yang bakal mengembalikan lagi infrastruktur Gaza yang sudah hancur?" Jelas, mindset kayak gini salah kaprah, karena kalau kita telusuri lagi, ternyata dalam kesepakatan Board of Peace sama sekali nggak memberikan manfaat buat orang Gaza, pemilik tanah itu sendiri. Di antara kesepakatan itu adalah:
- Proyek ini sama saja merampas hak rakyat Palestina, karena adanya proyek ini pemerintahan Palestina akan diambil alih oleh para penjajah itu.
- Penduduk Gaza, termasuk Hamas, akan diminta menurunkan senjata, sementara itu Israel akan tetap bersenjata lengkap. Itu berarti keamanan umat Muslim ada di tangan penjajah.
- Proyek ini tidak melibatkan sama sekali rakyat Palestina.
- Proyek ini masih mempertahankan para aktivis Israel, dan tidak ada pengembalian tanah Palestina.
- Ada keterlibatan pemimpin-pemimpin Muslim, itu sama saja mengkhianati Palestina.
Jelas, sebagai Muslim kita harus menolak dengan tegas proyek ini, karena akan membahayakan saudara kita di Palestina. Solusi dari penjajahan Israel terhadap Palestina tentu dengan mengusir penjajah Israel itu, bukan dengan solusi dua negara, karena pada dasarnya tanah Palestina selamanya akan menjadi tanah kaum Muslim.
Dengan melihat fakta bahwa kebanyakan pemimpin negara mayoritas Muslim malah ikut mendukung penjajahan gaya baru ini, kita tidak boleh lagi berharap pada mereka yang memberikan solusi selain Islam. Umat hari ini sangat membutuhkan adanya negara yang dipimpin seorang yang menerapkan sistem Islam (Khalifah). Rasulullah bersabda, "Imam (Khalifah) adalah perisai (pelindung)."
Dalam riwayat Imam an-Nawawi, "Khalifah itu seperti pelindung. Sebabnya, ia menghalangi musuh untuk menyakiti kaum Muslim... serta melindungi kemuliaan Islam." Hadis ini dibuktikan dalam beberapa kisah yang melegenda. Contohnya adalah kisah Khalifah Al-Mu'tashim yang masyhur. Pada suatu hari di masa kekuasaannya, seorang Yahudi mengganggu seorang Muslimah yang sedang melakukan transaksi di pasar.
Singkat cerita, Muslimah itu berteriak meminta tolong kepada Khalifah. Tanpa menunggu lama, Khalifah Al-Mu'tashim mengirim pasukan untuk menghukum orang Yahudi itu. Pada abad ke-18 juga, Amerika pernah terpaksa membayar upeti kepada Khalifah Utsmaniyah agar kapal-kapal mereka bisa melintas dengan aman di Afrika Utara.
Dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa dengan menerapkan kepemimpinan Islam, negara bukan hanya menjadi penguasa, tetapi juga akan menjadi pelindung bagi rakyatnya. Bahkan dalam Islam dipandang bahwa pemerintah adalah pembantu umat.
Kita semua pasti menginginkan hadirnya kembali negara seperti ini, yang insyaallah akan hadir kembali sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 55:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمْ الَّذِي ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridai; dan Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang kufur setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang fasik."
Wallahu a'lam bishowab.

0 Komentar