HANYA KEKUASAAN ISLAM YANG MAMPU MENYELAMATKAN MUSLIM GAZA


Oleh: Ummu Syifa
Ibu rumah tangga

Perasaan kaget, sedih, dan marah umat Islam bercampur menjadi satu tatkala melihat bergabungnya Indonesia ke dalam BoP (Board of Peace). Pada akhirnya, Indonesia yang selama ini mendukung penuh kemerdekaan Palestina, bergabung dengan negara penjajah dalam menyelesaikan konflik di Gaza.

Alasan pemerintah bergabung ke dalam BoP adalah demi perdamaian Palestina. Indonesia pun harus membayar 1 miliar dolar (Rp17 triliun) untuk memperoleh keanggotaan tetap.

Jika dicermati, BoP yang dibentuk sarat dengan kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Arah keputusannya dikendalikan oleh Trump (AS) dengan kuasa hak veto. Trump ingin membangun Gaza yang baru dengan mengusir penduduknya, kemudian membangun gedung-gedung dan fasilitas kehidupan seperti apartemen, bandara, tempat wisata, dan lain sebagainya.

BoP terlihat bukan untuk membebaskan Muslim Palestina dari penjajah, tetapi malah menghancurkan Palestina. Kekhawatiran umat Islam, jika terus diam dan tidak bersuara dalam kondisi ini, sama artinya dengan menjadi golongan yang mengkhianati Muslim Gaza dan berdiri di barisan penjajah yang menginginkan kehancuran serta penderitaan bagi mereka.

Sepatutnya, kita merenungkan firman Allah ﷻ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu (pemimpinmu); sebagian mereka adalah pelindung sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. al-Maidah [5]: 51)

Ayat tersebut menjelaskan kepada kita tentang larangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin dalam menyelesaikan masalah apa pun. Jika kita ingin membebaskan Palestina (Gaza) dari penjajahan, maka jalan yang ditempuh seharusnya bukan bergabung dengan mereka (mengikuti kehendak dan aturan main penjajah dengan masuk BoP) melainkan negeri-negeri Muslim wajib mengirim pasukan untuk membebaskannya dengan jihad fi sabilillah.

Negeri-negeri Muslim tidak boleh bersekutu dengan negara penjajah. Palestina tidak membutuhkan BoP dan rencana AS, tetapi yang diperlukan adalah pembebasan dari penjajahan dan pendudukan Zionis. Lebih dari itu, ayat tersebut menjelaskan bahwa siapa pun yang bersekutu dengan penjajah termasuk ke dalam golongannya; hal itu dipandang sebagai suatu kezaliman dan dosa besar.

Perdamaian hakiki di Palestina hanya akan terwujud jika negeri-negeri Muslim bersatu dalam naungan syariat Islam. Kemudian, imam (khalifah) akan memimpin kita untuk mengusir penjajah yang mengganggu kedamaian dunia, sebagaimana dahulu Shalahuddin al-Ayyubi berhasil menaklukkan kembali Palestina dari rongrongan kaum kafir.

Sudah saatnya kita kembali kepada Islam. Hanya Islam yang akan menyelamatkan Muslim Gaza dari kebrutalan penjajah dan akan mengembalikan izzul Islam wal muslimin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Posting Komentar

0 Komentar