ULAMA YANG BENAR ADALAH YANG BERTINDAK BERDASARKAN PENGETAHUANNYA


Oleh: Abu Hanif
Penulis Lepas

Ulama yang benar adalah yang bertindak berdasarkan pengetahuan atau keilmuannya. Hal ini dinyatakan oleh Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) dalam menjawab pertanyaan "Kenapa ada ulama yang membela penguasa zalim?"

"Ulama yang benar itu tentu saja dia bertindak berdasarkan pengetahuannya itu, keilmuannya itu. Bukankah pengetahuan itu paling benar memang untuk diamalkan? Bukan sekadar untuk diketahui, bukan sekadar diajarkan lalu dia meninggalkan apa yang dia ajarkan," tuturnya melalui rekaman video, di kanal YouTube UIY Official, Rabu (27/1/2026).

"Sungguh amat besar kebencian di sisi Allah orang yang mengatakan apa yang dia tidak lakukan atau tidak melakukan apa yang dia katakan," ungkapnya mengutip isi dari Al-Qur'an surat As-Shaff ayat 3.

Jadi, UIY mencontohkan, kalau ada seorang ulama mendukung penguasa yang zalim, itu jelas sekali bahwa dia telah menentang apa yang dia pahami tentang kezaliman.

"Padahal dia sudah tahu, eh, mendukung. Jangan lagi mendukung, cenderung kepada kezaliman saja itu tidak boleh. Sampai dikatakan (dalam surat Hud ayat 113) yang membuat engkau akan tersentuh oleh api neraka, gitu..," imbuhnya.

Maka, jika ada ulama seperti itu, menurut UIY, sesungguhnya dia tidak terikat kepada pengetahuan atau ilmunya.

"Tapi, dia terikat kepada kepentingan duniawi, jabatan, kekayaan, dan sebagainya itu," sesalnya memungkasi.

Diketahui, pada Selasa (3/2/2026), Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah orang yang disebut sebagai ulama dari pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan pengasuh pondok pesantren ke Istana Negara, Jakarta Pusat.

Pertemuan tersebut membahas isu krusial, yakni keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Donald Trump, presiden dari negara Amerika Serikat yang merupakan sekutu sekaligus pendukung eksistensi negara penjajah Zionis Yahudi (Israel) yang terbukti telah melakukan genosida dan menghancurkan serta meleleburkan pemukiman di Gaza, Palestina.

Posting Komentar

0 Komentar