
Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas
Menteri Israel baru-baru ini menyerukan untuk menghancurkan seluruh Gaza dan mengusir paksa warganya. Di sisi lain, Presiden Amerika, Donald Trump, dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengungkapkan rencananya untuk membangun new Gaza versi AS. Rencananya mencakup gedung pencakar langit, pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri secara bertahap, untuk mendukung populasi Gaza yang berjumlah sekitar 2,1 juta orang (BBC News, 23/1/2026).
Arsitek utama new Gaza, Jared Kushner, menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan dengan diplomasi tradisional. Ia lebih menekankan manajemen ekonomi dan keterlibatan sektor swasta global, mengesampingkan solusi politik konvensional. Visi new Gaza ini juga melibatkan rekonstruksi ekonomi besar-besaran. Selain itu, rencananya termasuk pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, yang menurut Kushner, dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Namun, setelah tuduhan genosida muncul, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, yang juga mencakup negara-negara lain di dunia. Padahal, langkah ini dinilai sebagai cara AS untuk mengendalikan Gaza secara total.
Ambisi besar Amerika Serikat dan Israel untuk menguasai Gaza jelas terlihat melalui pembangunan new Gaza. Melalui langkah ini, AS berusaha menghapus jejak genosida dan memperkuat kendali politik internasional. Salah satu taktik yang digunakan adalah membentuk Dewan Perdamaian Gaza dengan merangkul negara-negara Islam. Tujuan utamanya adalah untuk menguasai Gaza secara penuh.
Padahal, Gaza dan Palestina pada dasarnya adalah tanah milik umat Islam yang telah dirampas oleh Israel. Dalam ajaran Islam, Allah ﷻ melarang umat Islam untuk tunduk dan memberikan loyalitas kepada negara-negara kafir. Oleh karena itu, umat dan penguasa dunia Islam memiliki kewajiban untuk melawan semua upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menguasai Gaza. Menegakkan khilafah dan berjuang melalui jihad untuk membebaskan Palestina adalah kewajiban yang harus menjadi prioritas perjuangan umat Islam, bersama partai politik Islam ideologis. Dengan cara ini, Palestina diharapkan dapat meraih kebebasan sejati di bawah naungan Islam.
Semoga Allah ﷻ memberikan pertolongan dan kemudahan bagi umat Islam yang istiqomah dalam memperjuangkan tegaknya Islam di bumi-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ
"Maka jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir." (QS Al-Baqarah: 191)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS Muhammad: 7)

0 Komentar