
Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.
Aktivis Muslimah Batam
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Ayat di atas merupakan perintah dari Allah ﷻ untuk orang-orang yang beriman agar menjadi orang yang bertakwa.
Pertanyaannya, untuk menjadi bertakwa saja, mengapa harus di bulan Ramadan?
Karena bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, di mana terdapat rahmat, ampunan, dan keberkahan yang melimpah. Pada bulan ini pahala dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (HR Bukhari No 3277, Muslim No 1079).
Padahal kita ketahui, surga dan neraka belum ada di dunia saat ini. Lantas, apa dan bagaimana relevansinya terhadap kehidupan kita?
Mari kita coba uraikan satu per satu.
Pertama, pintu surga dibuka. Ibarat sebuah perusahaan atau instansi pendidikan yang hendak menerima karyawan atau peserta didik baru.
Untuk bisa memasuki perusahaan sebagai karyawan atau sebagai peserta didik di suatu lembaga pendidikan, maka kita harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.
Dengan mendaftarkan diri, peluang untuk bisa masuk itu masih ada. Namun, jika mendaftar saja tidak, bagaimana kita berharap bisa masuk?
Sedangkan yang mendaftarkan diri saja belum tentu bisa diterima, apalagi tidak mendaftar.
Oleh karena itu, Ramadan merupakan peluang bagi kita untuk “mendaftarkan diri” agar bisa memasuki surga dengan melengkapi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah ﷻ.
Kedua, pintu neraka ditutup. Apa maknanya? Ibarat sebuah toko atau kedai (kemaksiatan) itu sudah ditutup pada waktu tertentu. Mengapa kita masih nekat untuk menggedor pintu? Bukankah ini suatu perilaku yang aneh? Jika di bulan yang mulia ini masih ada yang nekat untuk bermaksiat, maka bisa dikatakan orang tersebut benar-benar nekat.
Terakhir, setan-setan dibelenggu. Yang namanya dibelenggu itu bukan sekadar diikat, namun dirantai dari kaki sampai ke leher (dipasung). Tersisa kepalanya saja. Ibarat kita mengikuti lomba lari, lawan kita itu setan yang sudah dibelenggu. Seharusnya kita pasti menang karena kita bisa bebas berlari dengan cepat. Namun sayangnya, kita malah kembali menemani setan yang tidak bisa lagi bergerak, sehingga kita tidak mendapatkan kemenangan itu.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa seharusnya bulan Ramadan ini merupakan peluang besar bagi orang-orang beriman untuk bisa menggapai surga-Nya Allah ﷻ, asalkan memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah ﷻ, yakni dengan taat yang sebenar-benarnya taat.
Wallahu a’lam.

0 Komentar