BERHENTI CUEK, TUMBUHKAN SIKAP PEDULI


Oleh: Hani Asya
Penulis Lepas

Kon’nichiwa!

Apakah kita menyadari bahwa saat ini kita hidup di zaman di mana segala sesuatu bergerak dengan kecepatan sangat tinggi? Bangun tidur, cek notifikasi, sebelum tidur masih scroll media sosial.

Hal ini sangat umum terjadi pada remaja modern. Ketika mereka melihat seseorang sedih, mereka biasanya hanya mengirim emoji sedih; ketika melihat berita bencana, mereka sekadar me-repost; atau ketika melihat teman dijauhi, mereka hanya menjadi penonton.

Pertanyaannya adalah…

Apakah hal itu sudah bisa dikatakan sebagai bentuk peduli?

Peduli adalah sikap atau tindakan yang menunjukkan perhatian, kepedulian, dan empati terhadap orang lain, makhluk hidup, dan lingkungan.

Islam mengajarkan bahwa peduli harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Allah memperingatkan kita dalam Surat Al-Ma’un ayat 1–3:

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ (1)
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ (2)
لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ(3)
Artinya:
Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama?
Yaitu orang yang menghardik anak yatim.
Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa orang yang mendustakan agama adalah mereka yang menghardik anak yatim dan menolak memberi makan orang miskin.

MasyaAllah

Ini menunjukkan bahwa ukuran keimanan tidak hanya diukur dari ibadah pribadi, rajin mengunggah ayat suci, atau menghafal banyak doa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memperlakukan orang yang lemah. Ketika seseorang menghadapi kesulitan, kita tidak bisa hanya mengabaikannya. Ini bukan sekadar masalah sosial, tetapi masalah iman.

Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan tentang empati.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)

Peduli dalam Islam memiliki beberapa aspek:
  • Peduli kepada sesama manusia
  • Peduli kepada anak yatim dan orang miskin
  • Peduli terhadap lingkungan
  • Peduli terhadap makhluk
  • Peduli melalui tindakan nyata dan konsisten

Dalam Surat Al-Maidah ayat 2 diterangkan:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

Ada juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُـنْجِيَهُ اللهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ؛ فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ أَوْ يَضَعْ عَنْهُ
Siapa ingin diselamatkan oleh Allâh dari kesulitan-kesulitan hari Kiamat, hendaklah ia meringankan orang yang kesulitan (hutang) atau membebaskan hutangnya.” (HR. Muslim no. 1563)

Beberapa contoh kecil sikap peduli:
  • Menolong teman
  • Menjaga kebersihan
  • Memberi perhatian
  • Memberi semangat
  • Menjaga alam
  • Menjenguk orang sakit

Kasih sayang yang sejati tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata semata; ia harus tertuang dalam tindakan nyata, khususnya kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Sikap peduli yang tulus tidak terbatas pada orang-orang yang dikenal, melainkan juga kepada setiap individu yang sedang menghadapi kesulitan, tanpa pamrih.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
Orang-orang yang penyayang, niscaya akan disayangi pula oleh Ar-Rahman (Allah). Maka, sayangilah penduduk bumi, niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud, sahih menurut Al-Albani)

Hadits ini menyampaikan pesan mendalam bahwa kasih sayang merupakan cerminan iman yang hakiki. Oleh karena itu, menumbuhkan kepedulian dan kasih sayang adalah bagian dari pengamalan iman yang membawa keberkahan, keselamatan, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk kasih sayang yang sering diremehkan:
  • Tidak memotong pembicaraan orang lain
  • Tidak menertawakan kekurangan orang lain
  • Menanyakan kabar orang lain
  • Tidak menyebarkan kekurangan orang lain

Orang yang terluka tidak membutuhkan ribuan nasihat, tetapi membutuhkan seseorang yang benar-benar peduli. Peduli adalah cermin iman kita; semakin kuat iman, semakin besar kepeduliannya.

Bayangkan jika seluruh kelas menjadi generasi yang penuh kasih sayang:
  • Tidak ada yang merasa kesepian, takut ke sekolah, atau merasa tidak berharga. Jika satu sekolah atau satu kota memiliki kasih sayang, dunia akan menjadi lebih hangat.
  • Jika kita masih tersentuh oleh penderitaan orang lain, itu bukti hati kita masih hidup. Namun, jika hati kita biasa saja ketika melihat penderitaan orang lain, itu peringatan bagi kita, karena hati yang keras lebih berbahaya daripada tangan kosong.
Hidup ini singkat. Yang kita bawa pulang bukan harta, popularitas, atau jumlah likes, tetapi kebaikan.

Sayonara!

Posting Komentar

0 Komentar