BOP UNTUK PALESTINA: OPINI PENYESATAN


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran. Kelaparan melanda, ratusan ribu orang hidup di tenda pengungsian, dan pendidikan terhenti. Di bulan Ramadan, tentara IDF dan permukiman Israel tetap melakukan tindakan kekerasan, membunuh, menembak, dan menggusur warga Palestina di Tepi Barat. Pembentukan NCAG, yaitu National Committee for the Administration of Gaza, yang beranggotakan 15 teknokrat Gaza, bertugas mengawasi proses pelucutan senjata dengan mempertahankan satu rantai komando dan satu hukum untuk menggabungkan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah diverifikasi.

Penyelesaian Gaza sampai hari ini masih belum tuntas karena pelanggaran perjanjian damai tidak pernah dihentikan oleh Israel. Karena itu, wajar jika warga Palestina pesimis terhadap tawaran solusi Board of Peace. Terlihat bahwa AS tidak pernah memberikan sanksi kepada Israel, justru berpihak kepadanya.

Dalam kebijakan politik dan militer, AS bahkan menggunakan hak veto di PBB untuk membela Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel akan menggunakan Board of Peace untuk melegitimasi pembersihan etnis, genosida, dan perampasan tanah Palestina. Maka, Board of Peace bentukan Trump memanfaatkan penguasa negeri-negeri Muslim untuk melegitimasi dan mendukung rencana jahat Amerika Serikat dan Israel dalam mewujudkan New Gaza. Ditambah lagi, pembentukan NCAG bukan mewakili kepentingan Palestina, tetapi menjadi bagian dari Board of Peace. Ini adalah upaya penyesatan opini.

Hal ini menegaskan bahwa perdamaian dengan Israel hanyalah janji yang terus dilanggar. Pengkhianatan pemimpin Islam yang bergabung dalam Board of Peace tidak boleh kita dukung, apalagi berdamai dengan Israel karena mereka adalah orang kafir yang memusuhi Islam. Allah ﷻ berfirman:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
Sesungguhnya akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Ma’idah: 82)

Amerika dan Israel adalah negara kafir penjajah yang bersekutu menguasai dunia dengan cara menjajah secara politik, ekonomi, dan militer. Maka, umat Islam diharamkan untuk bergantung pada mereka serta memberi dukungan kepada persekutuan mereka, apalagi menjadikannya sebagai solusi. Orang kafir adalah kaum yang gemar berbuat kerusakan. Allah ﷻ berfirman:

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا
Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 141)

Seharusnya hal ini dapat membuka mata umat untuk melihat bahaya pengkhianatan penguasa negeri-negeri Muslim ketika mereka memilih bersekutu dengan Board of Peace buatan Trump, yang juga dianggotai oleh Israel. Penting untuk mengajak umat membangun kekuatan Islam global dengan bersatu dan menegakkan kembali khilafah Rasyidah guna melawan dominasi penjajahan AS dan Israel. Saatnya umat Islam bangkit dari tidur panjangnya. Ketiadaan khilafah hanya akan membawa petaka dan kehinaan bagi umat Islam.

Posting Komentar

0 Komentar