
Oleh: Ilma Nafiah
Penulis Lepas
Kerusakan jalan kembali menjadi sorotan di Kota Batam. Sejumlah ruas jalan yang berlubang dilaporkan telah menyebabkan banyak pengendara mengalami kecelakaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa (Batamnews, 03/032026).
Ironisnya, penanganan terhadap jalan rusak sering kali berjalan lambat. Perbaikan biasanya baru menjadi perhatian serius ketika korban mulai berjatuhan. Bahkan setelah itu, proses perbaikan masih harus melalui berbagai tahapan administrasi yang panjang sebelum benar-benar dilakukan di lapangan.
Situasi ini memperlihatkan lemahnya respons terhadap persoalan infrastruktur yang sebenarnya sangat mendasar. Jalan merupakan sarana vital yang menunjang hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas pekerja, distribusi barang, hingga akses terhadap layanan publik.
Ketika kondisi jalan tidak layak digunakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengendara kendaraan bermotor. Aktivitas ekonomi dapat terganggu, biaya transportasi meningkat, dan yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa.
Dalam sistem yang berjalan saat ini, pembangunan infrastruktur sering kali tidak sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Banyak proyek yang bersifat besar dan simbolis, sementara kebutuhan mendasar seperti perbaikan jalan justru terlambat ditangani.
Padahal, dalam perspektif Islam, pemimpin memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan rakyatnya. Seorang pemimpin dipandang sebagai ra’in, yaitu pengurus dan pelindung bagi masyarakat yang dipimpinnya. Tanggung jawab ini tidak hanya berkaitan dengan kebijakan besar, tetapi juga dengan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
Negara dalam sistem Islam akan membangun dan merawat infrastruktur berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat. Jalan yang aman dan layak merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus dijamin keberadaannya oleh negara.
Teladan kepemimpinan ini dapat dilihat dari sosok Umar bin Khattab. Beliau pernah menyatakan kekhawatirannya jika ada seekor hewan yang terperosok karena jalan yang rusak, sebab beliau merasa akan dimintai pertanggungjawaban atas hal tersebut di hadapan Allah.
Kisah tersebut menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawab seorang pemimpin dalam Islam terhadap kondisi masyarakat yang dipimpinnya. Bahkan, kerusakan jalan yang dapat membahayakan makhluk hidup menjadi perhatian serius bagi seorang pemimpin.
Kasus jalan rusak yang menelan korban di Batam seharusnya menjadi pengingat bahwa infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi juga bagian dari pelayanan negara untuk melindungi keselamatan rakyat.

0 Komentar