PRO-KONTRA KELUAR DARI BOARD OF PEACE


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Setelah serangan AS terhadap Iran, desakan untuk keluar dari Board of Peace menguat dari berbagai elemen masyarakat. Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak ingin gegabah untuk keluar dari Board of Peace. Saat ini, seluruh pembahasan terkait Board of Peace ditangguhkan.

Board of Peace dinilai tidak berhasil mewujudkan perdamaian karena pihak yang menjadi pelaku perang justru ketua Board of Peace itu sendiri, yaitu Amerika Serikat. Sementara itu, Indonesia sebagai negara pengikut tidak memiliki kekuatan untuk menentukan arah Board of Peace, melainkan hanya mengikuti rencana Amerika Serikat. Board of Peace dipandang sebagai proyek kolonial AS untuk menguasai Palestina, melucuti Hamas, dan mengusir penduduknya. Sikap pemerintah yang masih bertahan di Board of Peace menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam dominasi AS. Artinya, Indonesia terjajah secara politik.

Indonesia haram bergabung dengan Board of Peace yang dinilai menjadi strategi AS untuk menguasai Palestina. Satu-satunya solusi pembebasan Palestina adalah jihad di bawah komando khilafah. Agenda utama umat Islam sedunia saat ini adalah bersatu untuk mewujudkan khilafah sebagai pembebas Palestina.

Allah ï·» berfirman:

ÙŠَٰØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا۟ Ù„َا تَتَّØ®ِذُوا۟ عَدُÙˆِّÙ‰ ÙˆَعَدُÙˆَّÙƒُÙ…ْ Ø£َÙˆْÙ„ِÙŠَآØ¡َ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia.” (QS Al-Mumtahanah: 1)

Penjelasan ayat ini menunjukkan ketidakbolehan pemimpin muslim bergabung atau bekerja sama dengan organisasi atau lembaga seperti Board of Peace yang dimungkinkan memiliki tujuan untuk mengendalikan umat Islam. Hal itu dapat menimbulkan bahaya, termasuk saling bertikai sesama saudara Muslim, serta tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Seharusnya pemimpin muslim takut kepada Allah ï·» dengan bersikap tegas keluar dari Board of Peace tanpa mempertimbangkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Posting Komentar

0 Komentar