DEHUMANISASI MUSLIM PALESTINA OLEH ZIONIS MAKIN MENGERIKAN


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Kekejaman yang dilakukan oleh zionis Israel kepada saudara-saudara kita di Gaza, Palestina, seolah tidak ada habisnya. Baru-baru ini, pemukim Israel melakukan dehumanisasi yang sangat mengerikan terhadap warga Muslim Palestina. Mereka memaksa jenazah yang sudah dimakamkan untuk digali, dibongkar, dan dipindahkan, padahal jenazah-jenazah tersebut dikuburkan di tanah milik mereka sendiri (Sindonews, 10/05/2026). Akibat tindakan ini, wilayah yang dikuasai zionis kian meluas. Mereka bahkan dikabarkan tengah menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan (Antara, 04/05/2026).

Tanah Palestina juga menjadi saksi bisu atas gugurnya para jurnalis yang meliput kebiadaban zionis. Kurang lebih 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Penderitaan anak-anak Palestina akibat perang ini pun kian memilukan, banyak di antara mereka yang harus kehilangan tangan dan kaki karena diamputasi. Inilah kekejaman zionis Israel yang bertindak semena-mena, sementara dunia hanya menonton tanpa bisa memberikan pertolongan yang berarti.

Zionis Israel juga secara konsisten mengabaikan berbagai kesepakatan gencatan senjata. Buktinya, mereka terus-menerus menggempur Gaza tanpa henti. Israel melakukan tindakan tersebut karena mendapat restu penuh dari Amerika Serikat, yang didukung oleh persenjataan militer canggih, hak veto PBB, serta sokongan dana. Dukungan penuh dari Amerika Serikat ini digunakan Israel untuk memperluas wilayah jajahannya sekaligus melakukan pembersihan etnis (ethnic cleansing) warga Palestina, terutama anak-anak.

Kejahatan Israel lainnya adalah pembunuhan terhadap insan pers guna menutupi kejahatan mereka dari pandangan dunia. Ini merupakan bentuk nyata dari pembungkaman jurnalisme. Di sisi lain, penguasa negeri-negeri Islam seolah hanya menjadi penonton dan memilih diam atas kejahatan ini. Dunia internasional pun seharusnya tidak tinggal diam melihat pendudukan Israel terhadap Gaza.

Jika dirunut secara historis, persoalan Gaza berakar dari keberadaan entitas zionis yang ditempatkan oleh Inggris untuk menduduki Palestina. Padahal, Palestina adalah tanah kharajiyah bagi umat Islam sejak masa penaklukan oleh Khalifah Umar bin Khattab melalui Perjanjian Umariyah. Oleh karena itu, sikap tegas yang harus diambil adalah menghapus entitas zionis dari peta dunia untuk selama-lamanya. Sayangnya, penguasa di lebih dari 50 negeri Muslim saat ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina karena terbelenggu oleh sekat nasionalisme yang mengikis ukhuwah Islamiyah.

Pembebasan Palestina membutuhkan ukhuwah Islamiyah yang hakiki berupa persatuan Muslim sedunia untuk berjihad. Ukhuwah ini hanya dapat terwujud di bawah naungan institusi Khilafah yang menjadi pemersatu umat. Khilafah akan memerangi entitas zionis Israel dengan tujuan mengusir mereka dari bumi Palestina, sehingga pendudukan dan genosida dapat dihentikan secara permanen. Tanah Palestina harus dikembalikan kepada pemilik sahnya, sekaligus untuk meriayah (mengurusi) warga Palestina agar mereka bisa hidup mulia.

Tujuan utama umat Islam saat ini adalah menegakkan kembali institusi Khilafah Islamiyah. Institusi inilah yang akan memberikan komando resmi untuk mengirimkan pasukan militer dari seluruh dunia Islam guna melakukan jihad membebaskan Palestina dan melenyapkan entitas zionis.

Kemuliaan umat Islam hanya akan bisa diraih kembali apabila umat mau kembali kepada aturan Allah ﷻ, sebagaimana firman-Nya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali Imran: 110)

Oleh karena itu, dorongan utama umat saat ini adalah menggencarkan dakwah serta memberikan pemahaman akan pentingnya bersatu dalam naungan Khilafah. Ini merupakan satu-satunya solusi nyata untuk melawan hegemoni Amerika Serikat yang selama ini melindungi Israel. Melalui Khilafah, umat Islam akan memiliki kekuatan politik dan militer yang nyata untuk menolong saudara-saudara kita di Palestina.

Wallahua’lam bish-shawabi.

Posting Komentar

0 Komentar