DUKA GAZA YANG TAK KUNJUNG REDA


Oleh: Syara Aulia I.
Santriwati PPTQ Darul Bayan, Sumedang

Akhir April lalu, zionis Israel kembali menjadi sorotan internasional setelah menyita kapal-kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional dekat Yunani. Menanggapi tindakan sepihak tersebut, pemerintah Jerman dan Italia melayangkan kecaman keras agar Israel mematuhi hukum internasional.

Jauh sebelum insiden ini, Israel telah menerapkan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007. Kebijakan tersebut menempatkan sekitar 2,4 juta penduduk di wilayah kantong itu berada di ambang bencana kelaparan akut. Kondisinya kian memburuk pascaserangan masif yang dilancarkan pada Oktober 2023.

Duka Palestina seolah tidak kunjung reda. Bahkan, pengesahan Board of Peace yang selama ini digadang-gadang akan menjadi solusi, dinilai belum mampu menghentikan penjajahan yang dirasakan oleh rakyat Palestina.

Sebagai kaum muslim, kita harus membuka mata bahwa selama persatuan hakiki belum terwujud, permasalahan Palestina tidak akan pernah selesai sampai ke akarnya. Apalagi jika urusan kaum muslim diserahkan kepada entitas yang jelas-jelas memusuhi Islam. Oleh karena itu, kita harus menyingkirkan sekat nasionalisme yang terbukti membuat para pemimpin negara Muslim acuh terhadap urusan saudaranya sendiri.

Sudah saatnya kita menyatukan kekuatan kaum muslim dalam satu kepemimpinan negara Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Sebab, pemimpin dalam Islam berfungsi sebagai junnah (perisai/pelindung) bagi umat secara global. Untuk mewujudkannya, diperlukan perjuangan dakwah ideologis yang harus ditempuh oleh umat Islam saat ini. Kita dapat memulainya dengan bergabung dalam jemaah dakwah Islam ideologis yang mempersatukan kaum muslim di atas kesatuan pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama.

Wallahua’lam bish-shawabi.

Posting Komentar

0 Komentar