"TEMAN SURGA" UNGKAP HAKIKAT ILMU


Oleh: Muhar
Jurnalis Lepas

Buletin dakwah remaja "Teman Surga" mengungkapkan bahwa hakikat ilmu bukan sekadar apa yang memenuhi kepala, tetapi apa yang membentuk hati dan perilaku.

"Banyak yang melihat ilmu cuma sebatas nilai ujian. Selama angkanya bagus, dianggap sukses. Padahal ilmu bukan sekadar apa yang memenuhi kepala, tapi apa yang membentuk hati dan perilaku," ungkapnya dalam edisi 306 berjudul "Buat Apa Sekolah?" melalui buletintemansurga.com, Jumat (1/5/2026).

Informasi (pengetahuan), sebutnya, bisa membuat seseorang tahu banyak hal, tetapi ilmu membuat seseorang berubah karena apa yang ia ketahui. "Itu beda (informasi dan ilmu)," tegasnya.

Mengutip Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, Teman Surga lanjut mengingatkan bahwa ilmu sejati adalah ilmu yang membimbing manusia menuju Allah, bukan sekadar pengetahuan yang menambah kebanggaan.

"Dalam pandangan Islam, ilmu itu harus melahirkan ketundukan, bukan kesombongan. Harus membuat seseorang lebih baik, bukan sekadar lebih pintar," tegasnya.

Allah berfirman, “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (TQS Az-Zumar [39]: 9).

Teman Surga menjelaskan bahwa ayat tersebut bukan sedang memuji orang yang banyak hafalan, tetapi memuliakan orang yang benar-benar berilmu.

"Orang berilmu bukan cuma tahu mana benar dan salah, tapi komitmen memilih jalan yang benar," imbuhnya.


Sekolah Bukan Tempat Mengunduh Ilmu

Teman Surga juga mengingatkan bahwa sekolah bukan tempat mengunduh (download) ilmu sebagaimana yang bisa dilakukan melalui internet.

"Kalau sekolah cuma urusan memindahkan informasi dari guru ke murid, mungkin benar internet sudah menang. Google lebih cepat. AI lebih praktis. Mesin bahkan bisa menyimpan jauh lebih banyak pengetahuan daripada manusia. Tapi manusia tidak hidup hanya dengan informasi. Hidup butuh arah, dan arah tidak lahir dari sekadar data," ulasnya.

Itulah, ungkapnya, mengapa sekolah seharusnya bukan tempat untuk mengunduh ilmu.

"Sekolah adalah tempat kamu belajar lebih dari sekadar isi buku. Di sana kamu belajar disiplin datang tepat waktu, belajar bertanggung jawab menyelesaikan tugas, belajar kerja sama, belajar menghormati guru, belajar bersikap jujur saat ujian, bahkan belajar sabar menghadapi orang yang berbeda karakter. Semua itu bagian dari pendidikan, meski tidak tertulis di rapor," pesannya memungkasi.

Posting Komentar

0 Komentar