
Oleh: Muhar
Jurnalis Lepas
Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menegaskan bahwa risalah yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar soal ibadah ritual, tapi sistem kehidupan Islam.
Hal itu disampaikan Agung dalam acara Maulid Nabi bertema “Qudwah: Meneladani Rasulullah, Mengemban Risalah Islam” yang disiarkan melalui kanal YouTube 1 Ummah, Selasa (25/8/2026).
“Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ hadir bukan sekadar membawa risalah terkait dengan sujud di sajadah secara individual. Bukan sekadar mengajarkan salat, bukan sekadar mengajarkan puasa, tapi Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ membawa misi pembebasan, membawa sistem pembebas yang bernama Islam,” tuturnya.
Sistem Islam yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ, jelasnya, tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan hukum.
Dengan sistem Islam, ungkap Agung, Nabi Muhammad ﷺ melawan kezaliman, menghancurkan oligarki jahiliah, dan menegakkan keadilan.
“Beliau dengan sistem Islam menata politik, ekonomi, sosial, hukum dengan keberkahan Allah Subhanahu wa ta'ala,” tegasnya.
Dalam kesempatannya, Agung juga mengingatkan umat Islam tentang kecintaan Rasulullah ﷺ kepada umatnya menjelang akhir kehidupan beliau. Ia menyebut Rasulullah ﷺ tidak mempersoalkan harta, jabatan, atau kejayaan, tetapi justru memikirkan umatnya.
“Beliau mengucapkan dan memanggil dari bibir beliau yang mulia bukan mana hartanya, bukan mana jabatannya, bukan mana kejayaannya, tapi yang beliau tanyakan dan beliau panggil adalah 'Umati, umati, umati. Wahai umatku, wahai umatku, wahai umatku',” tuturnya.
Menurutnya, seruan tersebut menunjukkan rasa cinta sekaligus kekhawatiran Rasulullah ﷺ terhadap masa depan umatnya. Namun, Rasulullah ﷺ juga tidak berputus asa dan meyakini risalah yang dibawanya akan dilanjutkan oleh umat Islam.
“Beliau bertanya dengan rasa cinta dan kekhawatiran. Kekhawatiran bagaimana masa depan umatnya nanti. Tapi, beliau juga punya rasa cinta. Beliau tidak ingin putus asa, dan beliau yakin bahwa risalahnya, misi pembebasannya akan dilanjutkan oleh kita semua.”
Karena itu, Agung menegaskan umat Islam saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan risalah Nabi Muhammad ﷺ.
“Dan itu tidak bohong Saudara! Kita di ruangan ini, Bapak, Ibu, Saudara yang di online sana, kitalah pelanjut risalah Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ. Kitalah masa-masa kritis itu. Kitalah orang-orang hebat itu yang akan melanjutkan risalah Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ. Risalah cintanya, risalah misi pembebasannya,” gugahnya.
Selain itu, ia juga menegaskan ketidakrelaannya terhadap tidak diterapkannya hukum-hukum Allah SWT dan kondisi negeri yang menurutnya masih berada dalam penjajahan.
“Kita tidak rela hukum-hukum Allah tidak diterapkan dan kita tidak rela negeri ini dalam penjajahan. Oleh karena itu, dulu para pejuang mengusir penjajah dengan kalimat takbir,” ucapnya.
Agung lantas mengajak umat Islam agar bertekad untuk memerdekakan jiwa, negeri, rakyat Indonesia, dan seluruh manusia dengan hukum Allah Subhanahu wa ta'ala.
“Mari kita semua meniatkan diri kita, menggenggamkan tangan kita, menghunjamkan pikiran kita untuk bertekad memerdekakan jiwa kita, memerdekakan negeri ini, memerdekakan rakyat Indonesia, dan memerdekakan seluruh manusia dengan hukum Allah Subhanahu wa ta'ala. Tidak ada kata lain: Merdeka! Merdeka! Merdeka! Allahu Akbar,” tutupnya mengakhiri.

0 Komentar